DIBAWAH LANGIT BIRU

 DI BAWAH LANGIT BIRU


                  Dihari itu, Matahari seolah tersenyum menyambut pagi hari jiwa jiwa yang mulai beraktivitas kembali seperti sedia kala setelah melewati libur weekend dan ditemani kicauan burung-burung. Berbanding terbalik dengan gadis manis berlesung pipi yang sedang duduk di teras rumahnya sambil mengikatkan tali sepatu  dengan terburu-buru. ya dia adalah Olivia, salah satu pelajar SMA Swasta favorit di kota itu. Dia hanya bisa pasrah saat mengikat sepatu di temani dengan ocehan Emak Emak. Semua ini gara-gara semalam dia maraton nonton drakor "The World of The Married" sampai jam tiga dini hari. Dan fakta sebenarnya Olivia nonton drakor tidak sendirian, tapi bersama ibunya yang saat ini sedang berdiri dengan tangan dipinggang sambil memarahinya. Sungguh sebenarnya Olivia ingin mengatakan "Kan ibu yang semalam minta nambah episode lagi, padahal aku udah mau tidur" tapi semua kata kata itu tidak keluar dari mulutnya, Olivia hanya bisa mengatakannya dalam hati. Sebenarnya dia sudah biasa melihat ibunya seperti itu, contohnya semalam ibunya sampe ngomel-ngomel gara gara si pelakor Da Kyung saat nonton drakor.

                 Sesampainya di sekolah olivia hanya bisa tersenyum ketika mendapatkan tatapan sinis dari Pak Yanto guru BK di sekolahnya. Anak-anak biasa menyebutnya dengan Pak Misbah yang mana Misbah artinya cahaya atau lampu, itu karena kepala Pak Yanto yang plontos dan akan silau jika dibawah sinar matahari. Sungguh anak-anak keterlaluan, tapi Olivia juga terkadang ikut ikutan hehehe. Hari Senin ini ungguh hari terburuk gara-gara terlambat Olivia disuruh berbaris didepan saat pelaksanaan upacara bendera, dan mendapat hukuman setelah selesai upacara membersihkan daun daun kering yang berserakan dilapangan ditambah lagi pelajaran hari senin pelajarannya sungguh membuat perut mules karena pelajarannya matematika, fisika dan kimia. 

                   "Uggghhh.. Sungguh menyebalkan" sungut Olivia sambil mengumpulkan sampah daun daun kering seketika ada yang menertawainya, Olivia menengokan kepala rupanya disampinya ada cowo dengan hidung mancung alis tebal yang sedang tertawa. Dia adalah Askara Pramudya, ketua osis sekaligus sahabatnya dari kecil. "Makanya jangan nonton drakor mulu..." ucap Askara sambil ketawa meledek,  yah.. Askara sangat tau kebiasaan Olivia saat ada drakor terbaru. "Wah, kamu! Katanya temen, masa gitu? Huhuh" jawab Olivia sambil cemberut. "Hahaha..emangnya kita berteman?" tanya Askara sambil menaik turunkan alisnya. "Kurang ajar ya kamu, awas aja kalo nanti kerumahku, ngga akan kubuka pintunya huh. Udah sana pergi hus..hus.." Askara hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala dan berlalu dari hadapan Olivia.

                  Tidak terasa, hari yang begitu horor bagi Olivia, berakhir juga. 8 jam pelajaran selesai sudah. Tetapi Olivia tidak langsung pulang, karena Olivia ikut ekstrakulikuler basket. Sebelum coach datang anak basket ada yang berlatih sendiri dan ada juga yang duduk duduk di pinggir lapangan, diantaranya yaitu Olivia  dan temannya riana. Disaat asik ngobrol tiba-tiba Askara nimbrung. Seketika Olivia langsung kikuk, Riana yang menyadari itu menyenggol lengan Olivia, Diana tau bahwa Olivia sebenarnya ada rasa sama Askara, yaitu rasa suka sebagaimana kepada lawan jenis, bukan suka sebagai sahabat. Olivia teringat saran Riana beberapa hari lalu, untuk mengetahui apakah Askara mempunyai rasa yang sama Olivia harus memandang Askara dengan lama, dan jika Askara menatapnya kembali selama lebih dari 10 detik tanpa berbicara apapun, itu artinya Askara juga menyukainya. Olivia pun melakukan saran Riana, tapi tak disangka Askara balik menatapnya dengan tidak mengatakan apapun, jantung Olivia langsung berdetak dengan cepat. Olivia menahan senyum dengan menggigit bibir dan berhitung dalam hati sampai 10 dan Booomm Askara masih menatapnya sambil tersenyum simpul disertai tatapan yang intens.  Olivia dan Askara beradu pandang sehingga keduanya seperti terhipnotis satu sama lain. Dan kejadian itu berada tepat dibawah langit biru yang indah dan cerah, yang menambah tatapan mereka semakin dalam. Entah sejak lapan perasaan Olivia pada Askara muncul. Yang Olivia tau hanya, ia sedang menyukai Askara, Tapi Olivia sadar mereka hanyalah teman atau sahabat. Bahkan mereka dulu pernah membuat janji kelingking akan menjadi sahabat saat ini, nanti dan selamanya.

Komentar